Hi sobat, tahukah kamu, semakin modern kehidupan, arus informasi semakin deras? Generasi paling muda paling merasakan dampaknya, sisi baiknya lebih mudah mendapat ilmu dan pengetahuan dibanding generasi sebelumnya. Tahukah kamu kecepatan arus informasi juga ada dampak negatif?
Ternyata kelebihan informasi yg didapat bisa berpengaruh kesehatan jiwa loh!
Dikutip dari Arlisa Wulandari, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Kota Bandung Jawa Barat, "Terpaan informasi yang tinggi juga memicu terjadinya gangguan kejiwaan terhadap anak muda. pendampingan anak muda oleh keluarga saat menerima berbagai macam bentuk informasi tersebut perlu dilakukan. Namun syaratnya tutur Arlisa, latar belakang pendidikan, agama dan budaya keluarga harus memiliki pondasi yang kuat.
Selain keluarga, kata Arlisa, kelompokn harus bekerja sama dengan berbagai institusi pemerintah seperti Kementerian Informasi dan Dinas Pendidikan soal pencegahan anak muda terjerumus menjadi ODGJ."
Nah dari kutipan beliau, kita perlu memilah informasi yg dibutuhkan sob, misalnya pas main social media, kita pengen cari tau jadwal dan rute angkutan umum. Cukup buka akun dan informasi yg bersangkutan aja, gausah baca-baca berita yg lain.
Tanpa kita sadari, kita suka scrolling ke postingan teman dan kenalan kita, awalnya sih cuma penasaran, gimana kabar teman-teman kita? Apakah kondisinya baik-baik aja?
Pas masuk ke akun mereka, seringkali kita teralihkan dengan postingan teman-teman yg kita anggap keren. Ibaratnya rumput tetangga lebih hijau, jatuhnya kita bukannya mendapat kabar baik, malah jadi iri.
Kalau dibiarkan terus, bisa jadi bumerang ke mental health kita sob.
Kalau mau bijak bermain social media, usahain fokus aja ke konten informasi yg dibutuhkan. Biar ortak kita bisa mencerna informasi pelan-pelan bukan secara mentah-mentah ya. Nantinya otak kita bisa melakukan penyaringan informasi, dan bisa berdampak secara positif ke mental health.
Ayo sobat, mari kita tingkatkan mental health awareness, jangan lupa sayangi dirimu!
Referensi: https://www.liputan6.com/health/read/3664305/remaja-zaman-sekarang-rentan-alami-gangguan-kejiwaan

Komentar
Posting Komentar