Berbicara tentang pikiran dan psikologi manusia, emang ga
bakalan abis buat di kupas tuntas. Tingkat kerumitan dari cara kerja otak yang
amat tinggi salah satu penyebabnya. Tapi... apa bener karena 'kerumitannya' itu
pula, kita jadinya suka 'ngeribetin' hal-hal yang sebenanrya sepele, dan suka
'ngerasa ga mampu' terhadap hal-hal yang keliatannya mustahil buat
dikerjain? pasti ada beberapa diantara agan sekalian tanpa disadari
hatinya bergumam:
"Ah, ga mungkin banget tuh, ane ga bakat gambar dari
kecil"
"Ah, ane orangnya gampang capek, mana bisa kuat push up"
"Otak ane payah, mustahil kalo buat ane bisa hafal secepat itu"
"Ah, ane orangnya gampang capek, mana bisa kuat push up"
"Otak ane payah, mustahil kalo buat ane bisa hafal secepat itu"
Apa bener, keahlian itu asalnya dari bakat aja?
Bener ga sih mau usaha segimana apapun juga, kemampuan kita pasti bakal mentok?
Kenapa ada orang yang bisa melakukan sesuatu, tapi kita ga bisa? Kenapa kita
kebanyakan terlalu banyak beralasan 'ga bisa lah', 'ga ada bakat lah'? Kenapa
gue ga bisa gambar tp dia malah jago banget? Kenapa bisa tercipta Winner dengan
Loser? Kenapa ada yang jago main piano ada yang nggak? Kenapa Ada yang main
bolanya expert ada yang nggak? Kenapa Ada yang bisa bahasa inggrisnya lancar
ada yang kagak sama sekali? Dan kenapa orang bisa Kaya, dan lainnya Miskin? Dan
kenapa juga kita dengan mudahnya memandang diri kita jika kita ga bakalan
mampu? Dan kenapa kita ga bisa mendapatkan hasil memuaskan padahal udah
berusaha amat keras? Kenapa kita ga bisa seberuntung mereka?
Menurut Ibu Carol, Mindset di dalam diri manusia tuh ada dua
gan. dan kita bisa pilih salah satunya. Mindset tetap (Fixed Mindset) dan
Mindset berkembang (Growth Mindset). Keduanya sebenarnya memiliki karakteristik
masing-masing. Fixed dengan 'Kekakuannya', sedangkan Growth dengan
'Fleksibilatasnya'
Growth
mindset adalah tipikal orang yang tidak mudah menyerah. Mereka yang berada
dalam katagori ini condong berpikir positif tentang kemampuan mereka dan mampu
memperbaiki diri dengan melihat sisi kelemahannya dalam segala hal. Kebanyakan
orang dengan cara berpikir growth mindset percaya bahwa kemampuan seseorang itu
adalah dinamis dan bisa diperbaiki dengan usaha yang baik. Sebagai contoh,
mereka yang tergolong dalam growth mindset ketika mengalamj kegagalan akan
kembali mencoba dan belajar dari kesalahan atas kegagalannya. Motivasi mereka
akan muncul karena tingkat kepercayaan akan kemampuan mereka selalu mengarah ke
sisi positif. Disisi lain, Fixed mindset adalah tipikal orang yang gampang
menyerah dan condong menyalahkan kelemahan dalam diri mereka. Orang-orang
seperti ini selalu melihat sisi negatif dalam diri mereka dan menganggap
kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Mereka yang tergolong dalam fixed
mindset condong berpikir negatif jika mengalami kegagalan dalam segala hal dan
mudah putus asa tanpa mau mencoba kembali serta menyalahkan takdir. Mereka
menganggap kegagalan adalah akhir dari segalanya dan tidak bisa diperbaiki
karena bagi mereka kemampuan seseorang selalu statis dan tidak bisa dirubah.
Jika melihat lebih dalam faktor kecendrungan seseorang menjadi bagian dari
growth mindset atau fixed mindset bisa disebabkan dari pola asuh yang salah
ketika kecil.
Banyak sekali orang tua yang salah mendidik anak sehingga mereka
banyak yang terjebak dalam dunia fixed mindset. Beberapa diantaranya seperti
mengharapkan anak mendapatkan nilai bagus di sekolah tanpa melihat proses
bagaimana seorang anak mendapatkan nilai tersebut. Dalam teori growth mindset
seharusnya seorang pendidik (orang tua khusunya) harus menghargai proses
belajar seorang anak ketimbang hasil yang dicapainya. Ketika orang tua
menghargai anak akan usahanya maka ia akan termotivasi untuk berusaha lebih
keras. Tidak mengapa jika nantinya nilai yang di dapat justru tidak sesuai
harapan karena justru ia akan belajar dari usahanya.





Komentar
Posting Komentar